<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akuntansi | Akuntan Indonesia</title>
	<atom:link href="https://www.akuntanindonesia.com/category/berita-akuntansi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.akuntanindonesia.com</link>
	<description>Konsultan Akuntansi dan Pajak</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2020 09:43:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.5.18</generator>

<image>
	<url>https://www.akuntanindonesia.com/wp-content/uploads/2020/01/cropped-akuntan-indonesia-1@300x-e1578904868893-32x32.png</url>
	<title>Akuntansi | Akuntan Indonesia</title>
	<link>https://www.akuntanindonesia.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengaruh Redenominasi Rupiah Terhadap Pencatatan Akuntansi</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-redenominasi-rupiah-terhadap-pencatatan-akuntansi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 09:43:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[redenominasi rupiah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.akuntanindonesia.com/?p=2762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat adalah redenominasi rupiah sehubungan dengan diusulkannya RUU perubahan harga rupiah atau redenominasi oleh Kementerian Keuangan dalam Program Legislasi Nasional Jangka Menengah Tahun 2020 &#8211; 2024. Hal ini kemudian termuat dalam Peraturan Menteri keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020. Sebenarnya, gagasan ini sudah diusulkan dalam beberapa tahun terakhir, namun [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-redenominasi-rupiah-terhadap-pencatatan-akuntansi/">Pengaruh Redenominasi Rupiah Terhadap Pencatatan Akuntansi</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini isu yang sedang hangat di kalangan masyarakat adalah redenominasi rupiah sehubungan dengan diusulkannya RUU perubahan harga rupiah atau redenominasi oleh Kementerian Keuangan dalam Program Legislasi Nasional Jangka Menengah Tahun 2020 &#8211; 2024. Hal ini kemudian termuat dalam Peraturan Menteri keuangan (PMK) Nomor 77/PMK.01/2020. Sebenarnya, gagasan ini sudah diusulkan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih terjadi pro dan kontra di dalam prosesnya.</p>
<h2><strong>Pegertian Redenominasi Rupiah</strong></h2>
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata redenominasi berarti penyederhanaan nilai mata uang rupiah tanpa mengubah nilai tukarnya. Hal ini berbeda dengan Kebijakan Sanering, kebijakan sanering digunkaan untuk mengurangi jumlah uang beredar akibat melonjaknya harga-harga barang dan jasa. Selain itu terdapat beberapa perbedaan dari berbagai sisi antara redenominasi dengan senering, seperti tujuan dari kebijakannya, dampaknya terhadap masyarakat, hingga pengaruh nilai uang terhadap barang jika salah satu kebijakan tersebut diterapkan.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.akuntanindonesia.com/pahami-pemindahbukuan-dalam-perpajakan/">Pahami Pemindahbukuan dalam Perpajakan</a></strong></p></blockquote>
<h2><strong>Tujuan Redenominasi Rupiah</strong></h2>
<p>Tujuan yang ingin dicapai dengan menerapkan kebijakan redenominasi adalah untuk menyederhanakan pecahan mata uang agar lebih efisien dan mudah dalam melakukan transaksi dan mempersiapkan kesetaraan ekonomi Indonesia dengan negara regional. Dikutip dari <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200709144544-4-171465/redenominasi-rp-1000-jadi-rp-1-sri-mulyani-jangka-menengah">CNBC Indonesia</a>, Kemenkeu juga mencatat setidaknya ada dua alasan mengapa penyederhanaan nilai mata uang rupiah harus dilaksanakan. Pertama, untuk menimbulkan efisiensi berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya resiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah, dan yang kedua untuk menyederhanakan system transaksi, akuntansi dan pelaporan APBN karena berkurangnya jumlah digit rupiah.</p>
<h2><strong>Pencatatan Akuntansi</strong></h2>
<p>Pencatatan akuntansi termuat dalam beberapa bentuk laporan keuangan seperti laporan laba rugi, laporan arus kas, neraca, dan laporan peruahan ekuitas. Data keuangan dalam laporan tersebut tentunya dinyatakan dalam mata uang asli negaranya. Ketika terjadi perubahan karena mata uang yang diredenominasi, software akuntansi dan keuangan tentunya harus diubah sehingga dapat merekam data serta menghasilkan laporan keuangan dengan mata uang dengan format yang baru. Nilai yang dilaporkan pada laporan keuangan, seperti profitabilitas nilainya tetap sama, namun penulisannya menjadi lebih sederhana. Angka yg lebih sederhana akan menghasilkan akurasi dan efisiensi dalam proses penyusunannya.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.akuntanindonesia.com/3-langkah-mudah-memahami-biaya-jabatan-dalam-pph-21/">3 Langkah Mudah Memahami Biaya Jabatan dalam PPh 21</a></strong></p></blockquote>
<h2><strong>Dampak Redenominasi Rupiah</strong></h2>
<p>Dalam laporan keuangan, mata uang baru yang telah di redenominasi pastinya akan banyak mengalami pembulatan. Perbedaan karena pembulatan ini harus dicatat dalam laporan laba rugi sebagai pendapatan lain-lain, biaya lain-lain atau penyesuaian lain-lain (<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/477250/apa-dampak-redenominasi-rupiah-ke-laporan-keuangan">Liputan6.com</a>). Di sisi lain, Jika kebijakan redenominasi ini benar-benar diterapkan akan menimbulkan beberapa kontra di masyarakat. Dilansir dari <a href="https://tirto.id/pupusnya-rencana-redenominasi-rupiah-pada-tahun-2020-edzG">tirto.id</a>, ekonom dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adinegara menyebutkan beberapa pertimbangan dalam penerapan kebijakan redenominasi ini, jika kebijakan ini diterapkan secara terburu-buru, justru kepercayaan masyarakat akan menjadi menurun terhadap rupiah. Diperlukan persiapan dan rencana sosialisasi yang matang, terutama berkaitan dengan transaksi pembukuan dan transaksi pelaku usaha di masyarakat, selain itu biaya redenominasi ini juga terbilang mahal bagi pelaku usaha. Sehingga RUU redenominasi kecil kemungkinan disahkan hingga tahun 2024 mendatang.</p>
<p>Akuntan Indonesia dan Rekan merupakan bagian dari perusahaan konsultasi akuntansi dan pajak KJA Ashadi dan Rekan dan telah didirikan di tahun 2015 dan telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan KMK No. 84/KM.1/PPPK/2015. Di dalam menjalankan usahanya Akuntan Indonesia memberikan pelayanan jasa konsultasi pada bidang akuntansi, perpajakan, manajemen dan training. Akuntan Indonesia adalah Kantor Jasa Akuntansi yang mempunyai Akuntan Profesional yang siap melayani Konsultasi dan penyusunan laporan keuangan. Oleh karena itu, perusahaan sesebaiknya lebih memperhatikan isu isu yang sedang berkembang terkait dengan proses pencatatan akuntansi perusahaannya, sehingga jika pada akhirnya kebijakan redenominasi ini diterapkan, perusahaan tidak kalang kabut dalam menyikapinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis: I. Wayan Kawistara</p>
<p>Editor: Rafli</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-redenominasi-rupiah-terhadap-pencatatan-akuntansi/">Pengaruh Redenominasi Rupiah Terhadap Pencatatan Akuntansi</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Pembukuan dan Manfaatnya Untuk Bisnis?</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/apa-itu-pembukuan-dan-manfaatnya-untuk-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2020 06:34:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[pembukuan]]></category>
		<category><![CDATA[pencatatan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem akuntansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembukuan dalam perusahaan bisnis adalah dasar dari sistem akuntansi. Semua jenis bisnis dari skala kecil hingga skala besar perlu untuk membuat pencatatan keuangan. Pencatatan sederhana terkait dengan keuangan bisnis Anda sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis Anda. Melalui pembukuan, Anda da[at melihat kondisi keuangan bisnis, keuntungan, kerugian, dan lain sebagainya dalam perusahaan. Pengertian Sederhana tentang Pembukuan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/apa-itu-pembukuan-dan-manfaatnya-untuk-bisnis/">Apa itu Pembukuan dan Manfaatnya Untuk Bisnis?</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pembukuan dalam perusahaan bisnis adalah dasar dari sistem akuntansi. Semua jenis bisnis dari skala kecil hingga skala besar perlu untuk membuat pencatatan keuangan. Pencatatan sederhana terkait dengan keuangan bisnis Anda sangat berpengaruh pada perkembangan bisnis Anda. Melalui pembukuan, Anda da[at melihat kondisi keuangan bisnis, keuntungan, kerugian, dan lain sebagainya dalam perusahaan.</p>
<h3><span id="Pengertian_Sederhana_tentang_Pembukuan"><b>Pengertian Sederhana tentang Pembukuan</b></span></h3>
<div id="attachment_10959" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img aria-describedby="caption-attachment-10959" class="wp-image-10959 size-medium" src="https://jurnal-blog-prod.cd.jurnal.id/wp-content/uploads/2017/11/hindari-piutang-tak-tertagih-1000x577.jpg" alt="Akuntansi dan Jurnal" width="1000" height="577" /><p id="caption-attachment-10959" class="wp-caption-text">Akuntansi dan Jurnal</p></div>
<p>Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 Pasal 28, pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode tahun pajak tersebut.</p>
<p>Terdapat beberapa metode umum dalam pembukuan yaitu sistem pembukuan masukan-tunggal dan pembukuan berpasangan. Kedua sistem ini dapat dilihat sebagai pembukuan nyata.<b> Sistem pembukuan masukan-tunggal</b> adalah sumber catatan pembukuan primer seperti buku kas. Hal ini sama dengan daftar rekening koran dan menempatkan pendapatan dan pengeluaran ke berbagai akun pendapatan dan pengeluaran. Sistem ini bekerja hanya jika Anda bergerak dalam perusahaan kecil dengan volume transaksi yang rendah. Sedangkan <b>Sistem Berpasangan </b>cocok untuk perusahaan berukuran besar dan memiliki kompleksitas. Dengan sistem ini, Anda dapat membuat dua entri untuk setiap transaksi. Debit dibuat ke satu akun dan sebuah kredit dibuat ke akun lainnya. Ini adalah kunci dari sistem berpasangan. Bentuk pembukuan ini lebih baik daripada pembukuan masukan-tunggal.</p>
<h3><span id="Manfaat_Pembukuan_bagi_Bisnis_Anda"><b>Manfaat Pembukuan bagi Bisnis Anda</b></span></h3>
<div id="attachment_10822" style="width: 952px" class="wp-caption alignnone"><img aria-describedby="caption-attachment-10822" class="wp-image-10822 size-medium" src="https://jurnal-blog-prod.cd.jurnal.id/wp-content/uploads/2019/12/pexels-photo-583846-942x628.jpeg" sizes="(max-width: 942px) 100vw, 942px" srcset="https://jurnal-blog-prod.cd.jurnal.id/wp-content/uploads/2019/12/pexels-photo-583846-942x628.jpeg 942w, https://jurnal-blog-prod.cd.jurnal.id/wp-content/uploads/2019/12/pexels-photo-583846-750x500.jpeg 750w, https://jurnal-blog-prod.cd.jurnal.id/wp-content/uploads/2019/12/pexels-photo-583846.jpeg 1880w" alt="Akuntansi dan Jurnal" width="942" height="628" /><p id="caption-attachment-10822" class="wp-caption-text">Akuntansi dan Jurnal</p></div>
<p>Semua bisnis membutuhkan sebuah pembukuan dalam menjalankan bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaat penting dari aktivitas pembukuan keuangan bagi kondisi bisnis.</p>
<h3><span id="Mengetahui_Besarnya_Keuntungan_atau_Kerugian"><b>Mengetahui Besarnya Keuntungan atau Kerugian</b></span></h3>
<p>Hal ini bisa disebut sebagai hal terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis. Karena memang dalam menjalankan sebuah bisnis yang dicari ialah keuntungan. Jika terjadi kerugian maka haruslah segera dicari solusi pemecahannya agar tidak selalu mengalami kerugian yang bisa berimbas pada matinya atau berakhirnya bisnis yang telah dijalankan. Dengan mengetahui setiap transaksi yang ada pada setiap harinya serta mengetahui arus distribusi uang dan barang dalam perusahaan, maka Anda dapat mengetahui estimasi untung yang akan didapat atau rugi yang akan diderita. Dari pencatatan setiap transaksi yang ada, maka akan terdapat angka-angka yang bisa menunjukkan bagaimana perkembangan keuangan bisnis.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-laporan-perusahaan-keuangan-dengan-pelaporan-pajak/">Pengaruh Laporan Perusahaan (Keuangan) dengan Pelaporan Pajak</a></strong></p>
<h3><span id="Mengetahui_Setiap_Transaksi_yang_Dilakukan_Oleh_Perusahaan"><b>Mengetahui Setiap Transaksi yang Dilakukan Oleh Perusahaan</b></span></h3>
<p>Fungsi primer dari pembukuan adalah untuk mengetahui setiap transaksi yang dilakukan di dalam perusahaan. Tak akan ada satu transaksi pun yang terlewat atau tidak tercatat. Dalam hal ini dibutuhkan ketelitian untuk melakukan pencatatan. Pencatatan yang teliti dan rapi sangatlah memberikan pengaruh terhadap keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Dengan mengetahui transaksi apa saja yang ada pada hari itu maka akan diketahui bagaimana distribusi uang pada hari itu, kemana uang itu pergi, dan dari siapa saja uang itu keluar. Tidak hanya distribusi uang namun juga mengetahui distribusi barang. Berapa banyak jumlah barang yang telah dikeluarkan pada hari itu dan berapa banyak pula barang yang telah dimasukkan ke dalam perusahaan. Semua ini bisa dengan mudah diketahui hanya dengan melihat dan mengecek buku keuangan Anda.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/indikator-dalam-neraca-laporan-laba-rugi-yang-membongkar-kesalahan-fatal-laporan-keuangan/">Indikator dalam Neraca &amp; Laporan Laba Rugi Yang Membongkar Kesalahan Fatal Laporan Keuangan</a></strong></p>
<h3><span id="Bahan_Penilaian_Bisnis"><b>Bahan Penilaian Bisnis</b></span></h3>
<p>Pembukuan bisnis ialah sebuah rekaman tentang segala aktivitas yang ada di dalam perusahaan. Dari rekaman ini akan didapat gambaran bagaimana bisnis yang telah dijalankan dalam perusahaan tersebut. Apakah membawa dampak yang baik seperti diperolehnya laba atau justru hanya membawa kerugian. Jika telah didapat laba maka akan dicari dan disusun strategi untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis agar tetap bisa memberikan keuntungan. Apakah akan tetap memakai cara dan strategi yang lama dengan beberapa kali penyesuaian atau memakai cara dan strategi yang baru.</p>
<p>Begitu juga jika ternyata diperoleh informasi bahwa perusahaan hanya menderita kerugian dari bisnis yang telah dijalankan. Pembukuan ini bisa dijadikan sebagai bahan acuan untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menghindar dari kerugian dan untuk mendapatkan keuntungan. Acuan terhadap pembukuan ini dilakukan untuk mencari kesalahan dalam strategi perusahaan yang telah dilakukan serta menyebabkan hasilnya hanya memberikan kerugian dan bukan keuntungan. Lalu akan dicari dan ditemukan cara-cara yang baru atau penyesuaian dengan cara yang lama agar nantinya perusahaan memiliki kesempatan yang lebih banyak atau terbuka untuk memperoleh laba dan tak lagi mengulang terjadinya kerugian.</p>
<p>Pembukuan memiliki manfaat penting dalam sebuah bisnis, untuk itu Anda harus melakukannya dengan baik. Jika Anda tidak begitu memahami cara membuat pembukuan secara manual, kini tersedia berbagai <i>software</i> untuk membantu Anda melakukannya. Salah satunya adalah Jurnal. Jurnal adalah <i>software</i> akuntansi <i>online</i> yang didesain khusus untuk membantu Anda membuat pembukuan bisnis dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Seluruh data keuangan akan disajikan secara instan dalam pembukuan yang sistematis dan terperinci. Bukan hanya itu, data yang ada pada Jurnal juga dapat Anda akses di mana pun dan kapan pun secara <i>realtime.</i></p>
<p>Sumber: jurnal.id</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/apa-itu-pembukuan-dan-manfaatnya-untuk-bisnis/">Apa itu Pembukuan dan Manfaatnya Untuk Bisnis?</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indikator dalam Neraca &#038; Laporan Laba Rugi Yang Membongkar Kesalahan Fatal Laporan Keuangan</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/indikator-dalam-neraca-laporan-laba-rugi-yang-membongkar-kesalahan-fatal-laporan-keuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2020 06:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[berita akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[laba rugi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2452</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah Anda yakin dengan laporan keuangan perusahaan Anda? Tentunya, Anda harus bisa menjawab “Ya” secara spontan &#38; tanpa ragu. Namun kenyataan di lapangan, banyak perusahaan yang tidak yakin dengan apa yang disajikan di laporan keuangan sesuai dengan realitasnya. Ketidakakuratan dalam laporan keuangan Anda dapat terjadi karena sejumlah alasan: Kesalahan manusia Ketidakjujuran Kesalahan interpretasi angka Ini hanyalah tiga [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/indikator-dalam-neraca-laporan-laba-rugi-yang-membongkar-kesalahan-fatal-laporan-keuangan/">Indikator dalam Neraca & Laporan Laba Rugi Yang Membongkar Kesalahan Fatal Laporan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda <strong>yakin dengan laporan keuangan</strong> perusahaan Anda? Tentunya, Anda harus bisa menjawab “Ya” secara spontan &amp; tanpa ragu. Namun kenyataan di lapangan, <strong>banyak perusahaan yang tidak yakin</strong> dengan apa yang disajikan di laporan keuangan sesuai dengan realitasnya. Ketidakakuratan dalam laporan keuangan Anda dapat terjadi karena sejumlah alasan:</p>
<ul>
<li>
<ul>
<li><strong>Kesalahan manusia</strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li><strong>Ketidakjujuran</strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li><strong>Kesalahan interpretasi angka</strong></li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1800" src="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/3-Alasan-Laporan-Keuangan-Tidak-Akurat.png" sizes="(max-width: 2400px) 100vw, 2400px" srcset="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/3-Alasan-Laporan-Keuangan-Tidak-Akurat.png 2400w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/3-Alasan-Laporan-Keuangan-Tidak-Akurat-300x125.png 300w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/3-Alasan-Laporan-Keuangan-Tidak-Akurat-768x320.png 768w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/3-Alasan-Laporan-Keuangan-Tidak-Akurat-1024x427.png 1024w" alt="" width="2400" height="1000" /></p>
<p>Ini hanyalah tiga dari banyak alasan lain mengapa laporan keuangan Anda salah.</p>
<p>Bila membahas soal akuntansi, Anda perlu menengok <strong>dua laporan keuangan dasar</strong> yang mengungkap banyak kisah – <strong>neraca &amp; laporan laba rugi</strong>.</p>
<p>Masing-masing menjalankan peran tersendiri, namun secara bersamaan neraca dan laporan laba rugi akan memberikan Anda gambaran besar mengenai situasi keuangan di dalam perusahaan.</p>
<p>Berikut sekilas gambaran dua instrumen laporan keuangan ini dan “ indikator peringatan” yang kerap kali disingkap.</p>
<h2><strong><img class="alignnone wp-image-1810" src="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/balance-150x150.png" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" srcset="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/balance-150x150.png 150w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/balance.png 256w" alt="laporan keuangan neraca" width="150" height="150" /> </strong></h2>
<h3><strong>Neraca</strong></h3>
<h3><strong>Hal-hal yang harus Anda perhatikan</strong></h3>
<p>Pada saat Anda melihat neraca, Anda harus mencari saldo yang tidak wajar atau tidak masuk akal.</p>
<p>Neraca adalah gambaran tentang bisnis Anda pada saat ini. Anda akan mendapatkan <em>quick snapshot </em>tentang<em> </em>apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan Anda.</p>
<p>Berikut adalah beberapa peringatan penting yang dapat diidentifikasi bila angka laporan keuangan dalam neraca Anda tidak benar:</p>
<h3><strong>1. Saldo Negatif</strong></h3>
<p>Anda mungkin menemukan saldo negatif pada aset. Apa yang diungkapkan saldo itu? Apakah Anda menjual aset dan menghapusnya dari buku tapi lupa membalikkan penyusutannya? Segera selidiki.</p>
<h3><strong>2. Salah Pos Penerimaan Pembayaran</strong></h3>
<p>Jika staf Anda menerima pembayaran dari klien dan memasukkannya ke akun yang salah, neraca Anda akan kacau. Laporan keuangan Anda akan menunjukkan saldo negatif pada salah satu akun klien. Di sisi lain, klien yang sudah membayar masih menunjukkan tagihan yang masih belum terbayar. Segera perbaiki.</p>
<h3><strong>3. Rasio Hutang Terhadap Pendapatan Meningkat</strong></h3>
<p>Bila Anda memiliki beberapa pos “pengeluaran lain-lain” dalam jumlah besar, Anda mungkin akan melihat tren penurunan laba yang kadang berlangsung gradual dalam jangka waktu panjang.</p>
<p>Hal ini dapat menyebabkan peningkatan rasio hutang terhadap pendapatan Anda karena dana Anda dialokasikan tidak pada tempatnya.</p>
<p>Di sisi lain, kondisi ini bisa juga disebabkan karena bisnis Anda sedang mengalami masa sulit. Dalam kasus ini, laporan keuangan bisa juga tidak salah, namun jelas-jelas memberikan peringatan yang harus segera Anda tangani.</p>
<p>Dalam kedua kondisi tersebut, Anda harus tahu mengapa hal ini terjadi, menganalisa akar permasalahannya dan mengambil tindakan.</p>
<h3><strong>4. Laporan Usia Piutang Usaha Buruk</strong></h3>
<p>Seringkali staf dalam perusahaan tidak disiplin dalam melakukan penagihan sehingga banyak tagihan piutang usaha berusia tua karena telah melewati jangka waktu pembayaran.</p>
<p>Dampak buruknya adalah terjadinya <em>Cash Gap</em> di mana perusahaan harus mengeluarkan modal di awal untuk seluruh pembelian sebelum mendapatkan pembayaran.</p>
<p>Alhasil, perusahaan harus meminjam dana yang tentunya menambah beban bunga. Bila hal ini terjadi dengan Anda, tentunya berpengaruh dengan tergerusnya laba karena biaya bunga.</p>
<h2><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1811" src="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/search-150x150.png" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" srcset="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/search-150x150.png 150w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/search.png 256w" alt="" width="150" height="150" /></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Laporan Laba Rugi</strong></h3>
<h3><strong>Hal-hal yang harus Anda perhatikan</strong></h3>
<p>Laporan laba rugi menyampaikan ringkasan pendapatan dan pengeluaran serta menyajikan angka keuntungan atau kerugian sebuah bisnis dalam periode waktu tertentu. Periode tersebut adalah bulanan, triwulan atau tahunan.</p>
<p>Setelah memahami metode akuntansi yang sesuai untuk bisnis Anda, selanjutnya akan sangat mudah melihat laporan laba rugi dan keakuratan angka-angkanya.</p>
<p>Berikut adalah beberapa peringatan penting yang dapat diidentifikasi bila angka laporan keuangan dalam laporan laba rugi Anda tidak benar:</p>
<h3><strong>1. Laba Besar Arus Kas Kecil</strong></h3>
<p>Salah satu cara agar Anda mendapatkan gambaran akurat adalah dengan melihat laporan laba rugi bersamaan dengan laporan arus kas untuk memastikan laba yang didapat dibarengi dengan kas yang masuk.</p>
<p>Laba besar dibukukan dalam laporan laba rugi, namun di sisi lain ternyata arus kas yang masuk kecil. Hal ini memberi peringatan bahwa ada masalah dalam penerimaan uang.</p>
<h3><strong>2. Laba Kotor Operasional Turun</strong></h3>
<p>Kesehatan sebuah perusahaan sangat ditentukan dari kemampuannya untuk menghasilkan laba kotor operasional.</p>
<p>Laba operasional akan memastikan arus kas operasional positif untuk membayar seluruh biaya produksi, biaya penjualan, biaya umum dan administrasi, biaya pajak serta biaya bunga.</p>
<p>Menurunnya laba kotor operasional bisa menyebabkan arus kas operasional menjadi minus. Selanjutnya untuk memenuhi seluruh biaya, perusahaan harus meminjam dana dari luar atau menjual aset.</p>
<p>Tentunya, pilihan ini tidak baik karena pasti akan menggerus laba serta mengganggu roda aktivitas produksi dan operasional perusahaan.</p>
<h3><strong>3. Persentase Laba Kotor Tidak Terprediksi</strong></h3>
<p>Laba kotor dihasilkan dengan cara mengurangkan pendapatan dengan harga pokok produksi.</p>
<p>Persentase laba kotor secara wajar hanya bergerak naik turun dalam kisaran 3-4%. Bila Anda melihat pergerakan diluar kisaran persentase tersebut, maka ini mengindikasikan adanya ketidakwajaran.</p>
<p>Seluruh proses penjualan, proses pembelian, penanganan inventaris, biaya produksi harus dibedah untuk menemukan masalahnya.</p>
<h3><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1814" src="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/bank-150x150.png" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" srcset="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/bank-150x150.png 150w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/bank.png 256w" alt="" width="150" height="150" /></h3>
<h3><strong>Laporan Keuangan Anda: Apa Metode Akuntansi yang Dipakai?</strong></h3>
<p>Saat melihat laporan keuangan Anda, penting untuk mempertimbangkan metode akuntansi yang dipakai – pahami perbedaan metode akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual.</p>
<ul>
<li>
<ul>
<li><strong>Akuntansi Berbasis Kas</strong> adalah berdasarkan aktivitas kas di perusahaan Anda. Metode ini menelusuri kapan kas masuk dan kapan kas keluar. Anda bisa menganalogikannya dengan rekening koran di bank Anda di mana seluruh transaksi keuangan dicatat dan direkonsiliasi serta pada akhir bulan dilihat berapa jumlah saldonya. Akuntansi berbasis kas tidak akan memberikan gambaran lengkap tentang kinerja perusahaan sebenarnya.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li><strong>Akuntansi Berbasis Akrual</strong> adalah berdasarkan transaksi yang diakui, dicatat dan disajikan pada saat terjadinya transaksi tersebut tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan. Metode ini lebih kompleks daripada yang berbasis kas namun memberi gambaran lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan Anda. Akuntansi berbasis akrual memungkinkan analisa yang lebih akurat tentang sebuah bisnis dibandingkan dengan akuntansi berbasis kas.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Akuntansi berbasis kas dan akrual hanyalah bagian kecil dari seluruh rangkaian pembentuk laporan keuangan. Sangatlah penting untuk melihat keduanya untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan.</p>
<p><strong>Akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran lebih tepat tentang laba Anda.</strong> Anda dapat melihat analisa tren karena Anda mengakui pendapatan dan biaya dalam waktu saat pendapatan terjadi dan pengeluaran dilakukan.</p>
<p>Kini Anda dapat memproyeksikan biaya operasional dan memiliki pengetahuan berapa laba kotor yang harus dicapai untuk memenuhi seluruh biaya tersebut.</p>
<p><strong>Akuntansi berbasis kas dapat menunjukkan fluktuasi yang lebih besar</strong> karena mungkin di suatu bulan menunjukkan laba yang sangat baik dan bulan berikutnya sama sekali tidak karena perbedaan waktu penerimaan dan pengeluaran uang. Hal ini biasanya tidak mencerminkan keuntungan sebenarnya dari sebuah pekerjaan atau proyek.</p>
<p><strong>Bila Anda ingin melihat seberapa baik keseluruhan operasional Anda, akuntansi berbasis akrual akan memberikan gambaran lebih baik.</strong></p>
<p>Bila Anda tidak yakin dengan laporan keuangan Anda, setiap aspek bisnis Anda dapat terpengaruh. Dari tim <em>Sales</em> ke tim<em> Customer Service</em> hingga ke manajemen, setiap orang yang memiliki kepentingan dalam bisnis Anda dapat terpengaruh oleh angka-angka pada laporan keuangan Anda.</p>
<p><strong>Bila angka yang disajikan tidak akurat</strong> atau bila Anda tidak yakin dengan informasi yang diberikan, <strong>Anda sedang menghadapi masalah besar.</strong></p>
<p><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1818" src="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/warning-150x150.png" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" srcset="https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/warning-150x150.png 150w, https://www.logiframe.com/wp-content/uploads/2017/10/warning.png 256w" alt="" width="150" height="150" /></p>
<h3><strong>Beberapa Hal Lain yang Harus Dipertimbangkan</strong></h3>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Apakah Anda <strong>yakin dengan kondisi keuangan Anda untuk membayar bonus</strong> berdasarkan angka-angka yang Anda miliki? Jika Anda ragu, selidiki laporan keuangan anda lebih jauh.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Apakah laporan keuangan Anda <strong>menunjukkan hasil usaha yang sebenarnya</strong>? Jika ada pola atau tren aneh yang tidak masuk akal, mungkin Anda tidak mengetahui kondisi internal sebenarnya yang carut marut.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Dapatkah Anda mengatakan tanpa ragu bahwa<strong> Anda selalu</strong> <strong>berada di belakang staf pembukuan Anda</strong>? Walaupun Anda tidak terlibat langsung sehari-hari, Anda perlu mengetahui arus kas masuk dan kas keluar. Dengan kata lain, apa yang sedang terjadi dengan uang Anda? Apakah piutang Anda dialokasikan ke tempat yang seharusnya? Apakah neraca dan laporan laba rugi secara transparan menjelaskan kondisi bisnis Anda? Jika Anda tidak yakin, saatnya menyelidiki.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h3><strong>Saatnya Anda Bertindak</strong></h3>
<p>Sekarang, kurang lebih Anda tahu <strong>seberapa baik atau buruk laporan keuangan Anda</strong>.</p>
<p>Bila Anda merasa ada yang salah, saatnya Anda menghubungi tim ahli yang dapat membantu Anda mengatur data keuangan serta melaporkan angka yang sesungguhnya.</p>
<h4><strong>Di Logiframe, ini adalah spesialisasi kami.</strong></h4>
<p>Kami menawarkan <strong>solusi keuangan dan akuntansi yang jauh melebihi sekedar pembukuan sederhana</strong>. Anda dapat melihat kinerja kami membantu menganalisa dan meningkatkan profitabilitas perusahaan Anda.</p>
<p>Sumber: Logiframe</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/indikator-dalam-neraca-laporan-laba-rugi-yang-membongkar-kesalahan-fatal-laporan-keuangan/">Indikator dalam Neraca & Laporan Laba Rugi Yang Membongkar Kesalahan Fatal Laporan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Laporan Perusahaan (Keuangan) dengan Pelaporan Pajak</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-laporan-perusahaan-keuangan-dengan-pelaporan-pajak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2020 06:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[berita akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Software Akuntansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2448</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada dasarnya setiap pengguna laporan keuangan memiliki tujuan masing-masing dalam peruntukkannya. Berikut dijelaskan bagaimana fungsi laporan keuangan dilihat dari para pemangku kepentingannya. Manajer Laporan keuangan dapat memberikan informasi bagi Manajer. Sehingga Manajer dapat langsung memberikan keputusan yang tepat dalam mengatur operasi perusahaan. Sebagai contoh : Pendapatan dari hasil penjualan dalam perusahaan  pada triwulan 1,triwulan 2 [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-laporan-perusahaan-keuangan-dengan-pelaporan-pajak/">Pengaruh Laporan Perusahaan (Keuangan) dengan Pelaporan Pajak</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya setiap pengguna laporan keuangan memiliki tujuan masing-masing dalam peruntukkannya. Berikut dijelaskan bagaimana fungsi laporan keuangan dilihat dari para pemangku kepentingannya.</p>
<h3><strong>Manajer</strong></h3>
<p>Laporan keuangan dapat memberikan informasi bagi Manajer. Sehingga Manajer dapat langsung memberikan keputusan yang tepat dalam mengatur operasi perusahaan. Sebagai contoh : Pendapatan dari hasil penjualan dalam perusahaan  pada triwulan 1,triwulan 2 dan triwulan 3 mengalami penurunan. Seorang manajer, akan berupaya untuk meningkatkan hasil penjualannya. Maka, Manajer akan memberikan keputusannya dalam mengurangi jumlah produksi dan meningkatkan fungsi Pemasaran.<span id="more-241"></span></p>
<h3><strong>Pegawai</strong></h3>
<p>Laporan Keuangan dalam sebuah perusahaan sangat diperlukan bagi pegawai guna melihat prospek kedepan perusahaan, dan sarana motivasi bagi pegawai dalam meningkatkan produktivitasnya sehingga pegawai berpikir bagaimana caranya agar target laba dapat tercapai pada periode selanjutnya</p>
<h3><strong>Investor</strong></h3>
<p>Laporan Keuangan berfungsi pula untuk para investor yang menanam sahamnya atau menginvestasikan dananya pada perusahaan. Tujuan para Investor adalah agar ia mendapatkan dividen dari perusahaan. Maka dari itu, seorang investor yang ingin menanamkan modalnya dalam suatu perusahaan membutuhkan informasi yang  berkaitan dengan kinerja dan operasi perusahaan, salah satunya adalah laporan keuangan. Dengan melihat laporan keuangan,Investor akan menilai seberapa besar keuntungan perusahaan setiap tahunnya,dilihat dari laporan laba rugi yang ada, selain itu Investor akan menilai, digunakan dalam bentuk apa saja modal yang tersedia,dalam hal ini Investor akan melihatnya di laporan posisi keuangan. Dengan demikian Investor akan berpikir keuntungan atau Dividen yang akan ia peroleh. Setelah melihat Laporan Keuangan, para Investor mungkin akan berpikir untuk menanamkan saham atau modalnya diperusahaan tersebut atau tidak.</p>
<p>Karakteristik kualitatif laporan keuangan tersebut menurut Ikatan Akuntansi Indonesia melalui PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Nomor 1 adalah :</p>
<p>1). Mudah dipahami. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan hendaknya dapat segera dipahami oleh pengguna yang dituju. Terkait dengan pajak, laporan keuangan harus bisa membuat SPT Tahunan PPh bersifat akuntabel. Hal ini adalah untuk menghindarkan adanya salah persepsi antara fiskus dengan Wajib Pajak.</p>
<p>2). Relevan. Laporan keuangan sejatinya harus memiliki relevansi dalam memenuhi kebutuhan pengguna untuk melakukan pengambilan keputusan. Sebuah laporan keuangan akan memiliki kualitas relevan bilamana dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan menjadikannya sebagai dasar untuk evaluasi pada periode tertentu dan mengkoreksi hasil evaluasi.</p>
<p>3). Handal. Laporan keuangan dinilai handal jika tidak terdapat pengertian yang bias, tidak ada kesalahan yang bersifat material, serta penyajian laporan yang jujur atau wajar sehingga dapat diandalkan pemakainya. Karakteristik ini menghendaki laporan keuangan lebih menekankan materi daripada bentuk, tidak diperkenankan menyajikan informasi yang hanya akan menguntungkan pihak tertentu,  mengutamakan unsur kehati-hatian dan pertimbangan rasionalitas, serta mengutamakan kelengkapan dalam penyediaan informasi.</p>
<p>4). Dapat diperbandingkan. Laporan finansial perusahaan hendaklah harus bisa diperbandingkan antar periode untuk mengetahui tren posisi dan kinerja keuangan. Perbandingan laporan keuangan antar perusahaan dilakukan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta dinamika posisi keuangan. Karena itu penilaian dan penyajian laporan keuangan dari setiap transaksi harus dilakukan mempunyai konsistensi. Implikasi penting dari perbandingan ini adalah pengguna laporan keuangan harus mendapatkan informasi terkait kebijakan akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan, adanya perubahan kebijakan, serta pengaruh-pengaruh dari perubahan tersebut.</p>
<p>Laporan keuangan sangat diperlukan dalam pelaporan pajak suatu perusahan dimana pada laporan keuangan dapat dilihat untung dan rugi sebuah perusahaan juga untuk pemotongan yang dilakukan sebuah perusahaan terhadap karyawannya. Jika dalam pelaporan keuangan mengalami ketidaksignifikan maka dalam pelaporan pajak pun akan ada ketidaksignifikan dalam hal pemotongan.</p>
<p>Pelaporan pajak mengacu kepada laporan keuangan yang diberikan sebuah perusahaan terhadap dirjen pajak. Akan tetapi jika terjadi kejanggalan dalam laporan keuangan maka dirjen pajak berhak untuk melakukan audit terhadap perusahaan tersebut. Sehingga pihak dirjen pajak mendapatkan bukti yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut rugi sehingga tidak mampu membayar pajak ataukah untung tapi hanya ingin membayar sedikit untuk pajak hal ini dilakukan supaya perusahaan tersebut tidak  melakukan permainan pajak dalam arti pengurangan pajak yang seharusnya dibayarkan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/manfaat-menggunakan-software-akuntansi-untuk-bisnis/">Manfaat Menggunakan Software Akuntansi untuk Bisnis</a></strong></p>
<p>Namun jika dalam hal melakukan audit pihak dirjen pajak meminta laporan dan keseluruhan berkas yang menjadi poin di laporan keuangan tidak diberikan oleh pihak perusahaan maka sesuai dengan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), diatur kewajiban pemberian data dan informasi kepada Direktorat Jenderal Pajak. Kewajiban tersebut diatur dalam pasal 35 dan 35A KUP; Pelaksanaan ketentuan tentang kewajiban pemberian data dan informasi kepada Direktorat Jenderal Pajak ini digunakan semata-mata untuk kepentingan penerimaan negara.</p>
<p>Pasal 35 yang dimaksud adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Apabila dalam menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan diperlukan keterangan atau bukti dari bank, akuntan publik, notaris, konsultan pajak, kantor administrasi, dan/atau pihak ketiga lainnya, yang mempunyai hubungan dengan Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan pajak, penagihan pajak, atau penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, atas permintaan tertulis dari Direktur Jenderal Pajak, pihak-pihak tersebut wajib memberikan keterangan atau bukti yang diminta.</li>
<li>Dalam hal pihak-pihak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terikat oleh kewajiban merahasiakan, untuk keperluan pemeriksaan, penagihan pajak, atau penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, kewajiban merahasiakan tersebut ditiadakan, kecuali untuk bank, kewajiban merahasiakan ditiadakan atas permintaan tertulis dari Menteri Keuangan.</li>
<li>Tata cara permintaan keterangan atau bukti dari pihak-pihak yang terikat oleh kewajiban merahasiakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.</li>
</ol>
<p>Pasal 35A yang dimaksud adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Setiap instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lain, wajib memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan kepada Direktorat Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2).</li>
<li>Dalam hal data dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak mencukupi, Direktur Jenderal Pajak berwenang menghimpun data dan informasi untuk kepentingan penerimaan Negara yang ketentuannya diatur dengan Peratuan Pemerintah dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (2).</li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/teknologi-menjadi-tantangan-di-bidang-akuntansi-dan-keuangan/">Teknologi Menjadi Tantangan di Bidang Akuntansi dan Keuangan</a></strong></p>
<p>Untuk mempermudah pembuatan laporan keuangan untuk perpajakan, Anda dapat menggunakan software akuntansi. Program ini paling disukai para akuntan karena fitur-fiturnya yang lengkap dan menyediakan laporan analisa yang dalam dan akurat.</p>
<p>Sumber: program-akuntansi.com</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/pengaruh-laporan-perusahaan-keuangan-dengan-pelaporan-pajak/">Pengaruh Laporan Perusahaan (Keuangan) dengan Pelaporan Pajak</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Menggunakan Software Akuntansi untuk Bisnis</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-menggunakan-software-akuntansi-untuk-bisnis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2020 05:43:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[Software Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Transaksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketelitian dalam mengelola bisnis menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Termasuk ketika mencatat setiap transaksi bisnis yang terjadi. Setia transaksi bisnis dicatat dengan teliti dan tepat agar tidak terjadi kesalahan pada saat pelaporan keuangan. Karena laporan keuangan merupakan dokumen penting perusahaan, proses pengerjaannya pun harus detail dan rinci. Termasuk salah satunya adalah dengan detailnya [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-menggunakan-software-akuntansi-untuk-bisnis/">Manfaat Menggunakan Software Akuntansi untuk Bisnis</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;">Ketelitian dalam mengelola bisnis menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Termasuk ketika mencatat setiap transaksi bisnis yang terjadi. Setia transaksi bisnis dicatat dengan teliti dan tepat agar tidak terjadi kesalahan pada saat pelaporan keuangan. Karena laporan keuangan merupakan dokumen penting perusahaan, proses pengerjaannya pun harus detail dan rinci. Termasuk salah satunya adalah dengan detailnya catatan transaksi bisnis yang terjadi.</p>
<p style="font-weight: 400;">Saat ini, semakin banyak bisnis dengan skala kecil menengah yang bermunculan. Hal ini berarti semakin banyak pemilik usaha yang juga berusaha mengelola keuangan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak juga software akuntansi yang bermunculan. Software akuntansi ini digunakan untuk membantu tugas akuntansi sebuah bisnis. Tentunya software akuntansi berbeda dengan proses akuntansi konvensional.</p>
<h3 style="font-weight: 400;"><b><strong>Perbedaan Akuntansi Konvensional dan Software Akuntansi</strong></b></h3>
<p style="font-weight: 400;">Perbedaan antara akuntansi konvensional dan software akuntansi antara lain:</p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;"><b><strong>Akuntansi konvensional</strong></b>membuat semua pekerjaan Anda dilakukan mulai dari proses pencatatan hingga pengikhtisaran yang murni dilakukan oleh tangan dan pikiran manusia. Semua dicatat oleh manusia dengan proses pencatatan manual.</li>
<li style="font-weight: 400;"><b><strong>Software Akuntansi </strong></b>Pada proses akuntansi berbasis software, melibatkan tangan manusia dalam kegiatan pencatatan transaksi atau mencatat dokumen bisnis yang dilakukan untuk memasukkan data kedalam computer, dengan akuntansi berbasis software, dibutuhkan kecermatan dan ketepatan waktu untuk pencatatan hingga penyajian informasi dan laporan keuangan sudah cukup terjamin oleh komputer. Karena software akan memproses setiap data yang telah dimasukkan.</li>
</ul>
<p style="font-weight: 400;">Sebenarnya, akuntansi berbasis software tidak memerlukan software yang sangat canggih dan mesin yang sangat pintar. Ms Excel yang sudah tersedia di setiap komputer sudah cukup untuk menjadi software akuntansi sederhana. Dengan microsoft excel, pemilik usaha juga bisa melakukan banyak hal. Mulai dari mencatat data transaksi hingga memproses laporan keuangan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/teknologi-menjadi-tantangan-di-bidang-akuntansi-dan-keuangan/">Teknologi Menjadi Tantangan di Bidang Akuntansi dan Keuangan</a></strong></p>
<h3 style="font-weight: 400;"><b><strong>Manfaat Menggunakan Software Akuntansi untuk Bisnis</strong></b></h3>
<p style="font-weight: 400;">Dengan banyaknya bisnis berskala kecil menengah saat ini, semakin banyak pula pemilik usaha yang selalu mencari alternatif agar bisa mengelola bisnisnya dengan lancar dan mengembangkan bisnisnya menjadi lebih sukses. Hanya saja, terkadang pemilik usaha mengalami kendala dengan proses akuntansi. Tidak banyak pemilik usaha yang memahami tentang proses akuntansi dalam sebuah bisnis. Tetapi dengan adanya software akuntansi, pemilik bisnis tidak perlu khawatir lagi.</p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">Anda tidak perlu lagi dipusingkan dengan rumus-rumus penghitungan akuntansi. Karena di dalam software akuntansi sudah terdapat sistem yang akan menghitung data yang disajikan secara otomatis. Sehingga proses akuntansi bisnis lebih cepat dan mudah.</li>
<li style="font-weight: 400;">Mengalokasikan waktu untuk yang lebih penting. Dengan proses akuntansi yang telah ditangani oleh software akuntansi, tentunya Anda memiliki waktu lebih untuk mengatasi hal lain dalam bisnis. Anda bisa lebih fokus dengan proses pemasaran produk, riset pasar, bahkan mengembangkan produk baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan.</li>
</ul>
<p style="font-weight: 400;">Banyak sekali manfaat yang diberikan oleh software akuntansi untuk sebuah bisnis. Di era digital seperti sekarang, teknolog memudahkan pekerjaan manusia dengan memberikan solusi dari setiap permasalahan yang dialami manusia.</p>
<p style="font-weight: 400;">Keuntungan lainnya untuk bisnis yang menggunakan software akuntansi adalah:</p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;">Pengambilan keputusan bisnis yang cepat. Karena laporan keuangan dapat diakses dari manapun dan kapan saja, pemilik usaha menjadi lebih tanggap terhadap pengambilan keputusan. Tidak perlu menghitung secara manual terlebih dahulu karena software akuntansi menyediakan data real time dan selalu update.</li>
<li style="font-weight: 400;">Laporan keuangan bisa diproses dimanapun dan kapanpun. Karena data transaksi bisnis telah dimasukkan kedalam software, tentunya Anda bisa memproses menjadi laporan keuangan dan mencetaknya kapanpun dan dimanapun.</li>
</ul>
<p style="font-weight: 400;">Manfaat dan keunggulan dari<em> </em><em>software akuntansi</em> sangat menguntungkan untuk pemilik bisnis. Terutama jika bisnis yang Anda jalankan berskala kecil dan menengah. Tentunya setiap data transaksi dan laporan keuangan akan lebih mudah dan praktis dengan menggunakan software akuntansi. Tidak ada salahnya mencoba menggunakan software akuntansi. Karena pekerjaan akan lebih mudah dan Anda bisa fokus ke bagian bisnis yang lain agar performa bisnis lebih maksimal.</p>
<p>Sumber: Dsc.id</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-menggunakan-software-akuntansi-untuk-bisnis/">Manfaat Menggunakan Software Akuntansi untuk Bisnis</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknologi Menjadi Tantangan di Bidang Akuntansi dan Keuangan</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/teknologi-menjadi-tantangan-di-bidang-akuntansi-dan-keuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2020 06:13:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam menyatukan gagasan terkait isu-isu kontemporer di bidang akuntansi dan keuangan. Konferensi kali ini, FE UII mengangkat tema &#8220;Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Akuntansi Publik di Indonesia&#8221;. Dekan Fakultas Ekonomi UII Jaka Sriyana mengatakan konferensi ini membahas beberapa isu kontemporer, di antaranya terkait dana desa. Jaka mengatakan, masyarakat desa masih belum memahami betul bagaimana membuat [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/teknologi-menjadi-tantangan-di-bidang-akuntansi-dan-keuangan/">Teknologi Menjadi Tantangan di Bidang Akuntansi dan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menyatukan gagasan terkait isu-isu kontemporer di bidang akuntansi dan keuangan. Konferensi kali ini, FE UII mengangkat tema &#8220;Dampak Revolusi Industri 4.0 Terhadap Akuntansi Publik di Indonesia&#8221;. Dekan Fakultas Ekonomi UII Jaka Sriyana mengatakan konferensi ini membahas beberapa isu kontemporer, di antaranya terkait dana desa.</p>
<p>Jaka mengatakan, masyarakat desa masih belum memahami betul bagaimana membuat laporan keuangan dalam akutansi dan membuat validitas transaksinya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/hal-terkait-transfer-pricing-yang-perlu-anda-pahami/">Hal Terkait Transfer Pricing yang Perlu Anda Pahami</a></strong></p>
<p>&#8220;Kaitanya dengan teknologi revolusi industri 4.0 ini bagaimana data-data harus dikumpulkan dan disinkronisasi. Selain data bagaimana mereka bisa mambuat informasi laporan itu dengan cepat,&#8221; katanya saat menggelar jumpa pers.</p>
<p>Sementara itu Ketua Panitia Acara, Fitra Roman Cahya mengatakan selain membahas dana desa, konferensi ini juga membahas mengenai pengelolaan keuangan hingga pengauditannya. Roman mengatakan, keberadaan teknologi menjadi tantangan di bidang akuntansi dan keuangan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/kompilasi-laporan-keuangan/">Kompilasi Laporan Keuangan</a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber: Tribunnews</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/teknologi-menjadi-tantangan-di-bidang-akuntansi-dan-keuangan/">Teknologi Menjadi Tantangan di Bidang Akuntansi dan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Memahami Accrual Basis</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/lebih-memahami-accrual-basis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 06:19:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[accrual basis]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi orang awam di bidang finansial, istilah accrual basis mungkin masih menjadi hal yang baru. Namun bagi Anda yang sudah sering membuat laporan keuangan, istilah ini pasti sudah pernah Anda dengar. Bisa jadi Anda sudah pernah memiliki pengalaman membuat laporan keuangan dengan metode accrual basis. Apa sih sebenarnya laporan keuangan berbasis akrual atau accrual basis ini? Laporan keuangan akrual basis [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/lebih-memahami-accrual-basis/">Lebih Memahami Accrual Basis</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi orang awam di bidang finansial, istilah <em>accrual basis</em> mungkin masih menjadi hal yang baru. Namun bagi Anda yang sudah sering membuat laporan keuangan, istilah ini pasti sudah pernah Anda dengar. Bisa jadi Anda sudah pernah memiliki pengalaman membuat laporan keuangan dengan metode <em>accrual basis</em>.</p>
<p>Apa sih sebenarnya laporan keuangan berbasis akrual atau <em>accrual basis</em> ini? Laporan keuangan akrual basis adalah pencatatan pendapatan dan biaya pada periode saat terjadinya suatu transaksi, bukan pencatatan laporan keuangan saat pendapatan diterima ataupun dibayarkan seperti yang biasa ditemukan dalam laporan keuangan berbasis kas (<em>cash basis</em>).</p>
<p>Selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, jenis laporan keuangan ini juga mencatat jumlah utang dan piutang organisasi. Oleh karena itu, akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran lebih akurat terhadap kondisi keuangan organisasi daripada laporan akuntansi berbasis kas. Meskipun lebih mudah, tetapi penggunaan <em>accrual basis</em> lebih kompleks daripada basis kas.</p>
<p>Basis akrual mendukung penggunaan anggaran sebagai teknik pengendalian. Jika sebuah organisasi atau perusahaan ingin mengadopsi pembayaran jenis ini, diperlukan informasi mengenai pendapatan atas investasi yang belum jatuh tempo. Organisasi juga akan memerlukan informasi mengenai kewajiban keuangan masa depan yang dapat diperkirakan jumlahnya.</p>
<h3><strong>Cash Basis Vs Accrual Basis </strong></h3>
<p>Jika ditanya, metode pelaporan keuangan manakah yang lebih baik?</p>
<p>Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika Anda masih merintis usaha atau jenis bisnis yang pilihan pembayarannya hanya dengan uang tunai saja, Anda dapat memilih <em>cash basis</em> karena kemudahannya.</p>
<p>Bagi Anda yang bergelut di bidang UMKM dan mencari bagaimana cara mudah dan praktis membuat laporan keuangan, serta elemen apa saja yang harus ada dalam sebuah laporan keuangan di bisnis UMKM.</p>
<p>Jika Anda memiliki perputaran bisnis besar yang melibatkan transaksi kompleks seperti pinjaman, pembayaran, inventaris, kreditor, cadangan serta piutang, akan lebih baik menggunakan metode <em>accrual basis</em>. Metode ini dianggap menunjukkan gambaran yang lebih baik tentang profitabilitas bisnis dan operasinya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/manfaat-software-payroll-outsourcing-bagi-perusahaan/">Manfaat Software Payroll Outsourcing Bagi Perusahaan</a></strong></p>
<h3><strong>Faktor yang Membedakan <em>Cash Basis</em> dan <em>Accrual Basis</em> </strong></h3>
<p>Jika ditarik kesimpulan, <em>accrual basis</em> dan <em>cash basis</em> merupakan dua basis utama metode akuntansi. Ada beberapa perbedaan yang mendasar antara keduanya, di antaranya:</p>
<ul>
<li><strong>Waktu</strong></li>
</ul>
<p>Dari penjelasan dan contoh yang sudah diberikan sebelumnya, sudah sangat jelas bahwa akuntansi berbasis akrual dan akuntansi berbasis kas memiliki perbedaan waktu pencatatan.  Pada <em>accrual basis</em> pencatatan segera dilakukan setelah terjadinya transaksi, sedangkan pada <em>cash basis</em> pencatatan dilakukan setelah terjadinya penerimaan uang.</p>
<ul>
<li><strong>Ketepatan</strong></li>
</ul>
<p>Akuntansi berbasis kas kurang efektif digunakan dalam jangka panjang. Kemungkinan hal ini bisa memberikan waktu yang sangat lama bagi Anda untuk menerima dana dari penjualan yang telah dilakukan. Dalam pandangan bisnis, ini sangat merugikan dan tidak ada kontrol pada transaksi non-tunai yang mungkin lebih kompleks. Sedangkan akuntansi berbasi akrual memiliki representasi yang lebih akurat dan memberikan gambaran nyata tentang posisi bisnis secara <em>real-time</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Arus kas</strong></li>
</ul>
<p><em>Cash basis</em> memberi gambaran secara lebih akurat terhadap arus kas yang masuk dan keluar dari sistem. Sedangkan untuk akuntansi berbasis akrual lebih sulit merepresentasikan laporan kas yang benar. Banyak akuntan perusahaan harus membuat laporan arus kas terpisah ketika menggunakan laporan dengan jenis <em>accrual basis</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Kemudahan Penggunaan </strong></li>
</ul>
<p>Pencatatan dan pemeriksaan laporan keuangan dalam model<em> cash basis</em> bisa dikatakan lebih mudah karena hanya membutuhkan lebih sedikit entri jurnal. Berbeda dengan akuntansi berbasis akrual yang membutuhkan lebih banyak entri jurnal pada setiap transaksi yang terjadi.</p>
<ul>
<li><strong>Penerapan Industri </strong></li>
</ul>
<p>Metode <em>cash basis</em> bukanlah metode yang cocok untuk bisnis dengan arus modal besar dan perputaran bisnis yang cepat. Misalnya konstruksi atau manufaktur. Jenis laporan keuangan ini umumnya dipakai oleh usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang. Bisnis dengan tingkat perputaran produksi yang cepat dan modal yang lebih besar banyak menggunakan metode akuntansi <em>accrual basis</em>.</p>
<ul>
<li><strong>Analisis Tren</strong></li>
</ul>
<p>Dalam metode <em>cash basis</em>, ada celah waktu pencatatan dari kejadian aktual dan pencatatan, karena penulisan laporan keuangan hanya dilakukan ketika dana berpindah tangan. Karena itu analisis tren tidak mungkin dilakukan. Sedangkan untuk metode <em>accrual basis</em> yang mencatat setiap transaksi, ada representasi yang akurat pada setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian pola penjualan dan pengeluaran lebih mudah untuk dianalisis.</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/lebih-memahami-accrual-basis/">Lebih Memahami Accrual Basis</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Software Payroll Outsourcing Bagi Perusahaan</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-software-payroll-outsourcing-bagi-perusahaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2020 06:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[outsourcing]]></category>
		<category><![CDATA[payroll]]></category>
		<category><![CDATA[software]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2409</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada praktiknya, jasa payroll outsourcing banyak digunakan oleh perusahaan untuk menekan biaya operasional dengan cara mentransfer sebagian beban kerja kepada pihak ketiga. Sementara itu perusahaan dapat tetap fokus untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Jika digunakan dengan baik, jasa payroll outsourcing dapat menjadi strategi efektif untuk menghemat anggaran perusahaan. Dalam beberapa hal, penggunaan jasa payroll outsourcing akan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-software-payroll-outsourcing-bagi-perusahaan/">Manfaat Software Payroll Outsourcing Bagi Perusahaan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada praktiknya, jasa payroll outsourcing banyak digunakan oleh perusahaan untuk menekan biaya operasional dengan cara mentransfer sebagian beban kerja kepada pihak ketiga. Sementara itu perusahaan dapat tetap fokus untuk mengerjakan pekerjaan lainnya.</p>
<p>Jika digunakan dengan baik, jasa payroll outsourcing dapat menjadi strategi efektif untuk menghemat anggaran perusahaan. Dalam beberapa hal, penggunaan jasa payroll outsourcing akan lebih menguntungkan daripada harus mengerjakan sendiri secara internal.</p>
<h3><strong>Manfaat Payroll Outsourcing</strong></h3>
<p>Ada beberapa manfaat kenapa perusahaan sebaiknya menggunakan jasa outsourcing dalam menjalankan fungsi bisnis tertentu. Misalnya Apple Inc yang menggunakan jasa outsourcing untuk mengerjakan berbagai komponen produknya. Hal ini tentu saja dapat menekan biaya produksi karena Apple tidak perlu membangun pabrik untuk pembuatan komponen.</p>
<p>Selain menghemat biaya produksi, Apple bisa lebih fokus dalam mengerjakan core-business mereka, yaitu mendesain produk berkualitas dan kemudian memasarkannya. Dengan menggunakan jasa outsourcing, maka perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, kualitas dan produktivitas karena kegiatan non core-business dikerjakan oleh perusahaan lain yang memang ahli dalam bidang tersebut.</p>
<p>Jasa outsourcing dapat menghemat waktu perusahaan dalam mengembangkan bisnis, meningkatkan daya saing dalam dunia industri, dan memangkas biaya operasional secara keseluruhan. Perusahaan dapat mengurangi biaya kepegawaian secara signifikan dengan mentransfer tugas-tugas tertentu kepada pihak outsourcing. Sementara itu, perusahaan tetap dapat mengakses teknologi yang disewa tanpa harus memilikinya.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/transfer-pricing-tidak-perlu-dilampirkan-bersama-spt-tahunan-pph-badan/">Transfer Pricing Tidak Perlu Dilampirkan Bersama SPT Tahunan PPh Badan</a></strong></p>
<p>Selain itu, sistem outsourcing juga dapat digunakan untuk menjalankan fungsi human resources. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan jasa payroll outsourcing yang akan membantu perusahaan dalam hal pemrosesan dan pembuatan laporan data gaji, asuransi dan pajak karyawan.</p>
<h3><strong>Software Payroll Outsourcing</strong></h3>
<p>Payroll outsourcing merupakan alternatif bagi suatu perusahaan untuk menangani sistem penggajian, asuransi, dan pajak karyawan. Mengingat payroll termasuk dalam kegiatan non core-business yang berada di bawah fungsi human resources, maka perusahaan tidak perlu khawatir dengan kegiatan ini jika menggunakan jasa payroll outsourcing. Mereka bisa tetap fokus dengan pekerjaan lainnya namun program penggajian tetap berjalan sebagaimana mestinya.</p>
<p>Dengan adanya jasa payroll outsourcing, perusahaan dapat menyerahkan tugas-tugas tertentu kepada pihak yang memang ahli dalam urusan payroll management. Perusahaan akan merasakan manfaat seperti tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam perhitungan gaji, asuransi dan pajak karyawan, penyesuaian data yang dapat diubah sesuai kebutuhan tanpa harus melakukan entri data secara internal, serta pembuatan laporan payroll yang lebih lengkap dan terstandarisasi.</p>
<p>Selain itu jasa payroll outsourcing juga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan yang sangat merahasiakan data dan gaji dari masing-masing karyawannya. Meskipun program payroll yang mereka terapkan secara internal sudah memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi, mereka lebih memilih untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam menangani urusan tersebut.</p>
<p>Kami Akuntan Indonesia menyediakan Jasa Software Payroll bagi Perusahaan Anda. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kontak kami di bawah ini.</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/manfaat-software-payroll-outsourcing-bagi-perusahaan/">Manfaat Software Payroll Outsourcing Bagi Perusahaan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jasa Internal Audit atau Pemeriksaan Internal</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/jasa-internal-audit-atau-pemeriksaan-internal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2020 03:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Audit Internal]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntansi Perpajakan]]></category>
		<category><![CDATA[audit internal]]></category>
		<category><![CDATA[internal audit]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2401</guid>

					<description><![CDATA[<p>Internal auditing atau pemeriksaan internal adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan. Tujuan pemeriksaan internal adalah membantu para anggota organisasi agar dapat melaksanakan tanggungjawabnya secara efektif. Untuk itu, pemeriksa internal akan melakukan analisis, penilaian, dan mengajukan saran­-saran. Tujuan pemeriksaan mencakup pula pengembangan pengawasan yang efektif dengan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/jasa-internal-audit-atau-pemeriksaan-internal/">Jasa Internal Audit atau Pemeriksaan Internal</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Internal auditing</em> atau pemeriksaan internal adalah suatu fungsi penilaian yang independen dalam suatu organisasi untuk menguji dan mengevaluasi kegiatan organisasi yang dilaksanakan. Tujuan pemeriksaan internal adalah membantu para anggota organisasi agar dapat melaksanakan tanggungjawabnya secara efektif. Untuk itu, pemeriksa internal akan melakukan analisis, penilaian, dan mengajukan saran­-saran. Tujuan pemeriksaan mencakup pula pengembangan pengawasan yang efektif dengan biaya yang wajar.</p>
<p>Jajaran organisasi yang dibantu dengan adanya pemeriksaan internal ini mencakup seluruh manajemen dan dewan. Pemeriksaan internal berkewajiban untuk menyediakan informasi tentang kelengkapan dan keefektivan sistem pengendalian internal organisasi dan kualitas suatu pelaksanaan tanggungjawab yang ditugaskan. Informasi yang diberikan mungkin akan berbeda bentuk dan perinciannya, tergantung pada persyaratan dan permintaan manajemen atau dewan yang bersangkutan.</p>
<p>Pemeriksaan internal merupakan bagian dari organisasi yang integral dan menjalankan fungsinya berdasarkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh manajemen senior atau dewan direksi. Pernyataan tentang tujuan, kewenangan, dan tanggungjawab bagian audit internal yang disetujui oleh manajemen senior dan diterima oleh dewan atau direksi wajib konsisten dengan kodifikasi yang berupa Norma Praktek Profesional Audit Internal.</p>
<p>Anggaran dasar perusahaan haruslah menjelaskan tentang tujuan pemeriksaan internal, menegaskan lingkup pekerjaan yang tidak dibatasi, dan menyatakan bahwa para auditor pemeriksa tidak memiliki kewenangan atau tanggungjawab dalam kegiatan-­kegiatan yang diperiksanya.</p>
<p>Kegiatan pemeriksaan internal (<em>internal auditing</em>) dilaksanakan dalam berbagai lingkungan yang berbeda-­beda dan dalam organisasi-­organisasi yang tujuan, ketentuan, serta kebiasaannya tidak sama, maka akan mempengaruhi pelaksanaan pemeriksaan internal di masing-­masing lingkungan.</p>
<p>Sebagaimana umumnya suatu profesi diperlukan kode etik, demikian pula para anggota Forum Komunikasi Satuan Pengawasan Intern Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah (FKSPI BUMN/BUMD), termasuk internal auditor Badan Usaha Milik Swasta atau disebut Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII), haruslah menggunakan cara-cara yang tepat sejalan dengan standar profesi. Demikian pula kiranya Aparat Pengawasan Fungsional lainnya dapat mengacu kepada standar profesi ini.</p>
<p>Kemandirian atau independensi, sebagaimana dimaksud dalam standar profesi, membutuhkan penjelasan. Fungsi pemeriksaan internal haruslah terpisah dari kegiatan-kegiatan yang diperiksanya. Suatu kemandirian akan memungkinkan pelaksanaan pekerjaan para auditor internal secara bebas dan objektif. Tanpa kemandirian, hasil pemeriksaan internal yang diharapkan tidak akan dapat diwujudkan secara optimal.</p>
<h4><strong>Dalam menerapkan standar profesi, hal-­hal berikut ini haruslah diperhatikan.</strong></h4>
<ol>
<li>Dewan direksi akan dianggap bertanggungjawab atas kecukupan dan keefektivan sistem pengendalian internal organisasinya serta kualitas pelaksanaannya.</li>
<li>Para anggota manajemen mengandalkan pemeriksaan internal (<em>internal auditing</em>) sebagai alat penyaji hasil analisis yang objektif, penilaian­-penilaian, rekomendasi-rekomendasi, saran, dan informasi dalam pengendalian serta pelaksanaan kegiatan organisasi.</li>
<li>Para auditor eksternal (<em>external auditor/auditor</em>) akan mempergunakan hasil audit internal untuk melengkapi pekerjaannya bila para auditor internal telah menyediakan bukti yang tepat dan mencukupi yang telah diperoleh secara mandiri bebas dalam pelaksanaan pekerjaan pemeriksaan secara professional.</li>
</ol>
<h4><strong>Dipandang dari berbagai hal, kegunaan standar profesi ini adalah untuk:</strong></h4>
<ol>
<li>Memberikan pengertian tentang peran dan tanggungjawab audit internal kepada seluruh tingkatan manajemen, dewan direksi, badan­-badan publik, auditor eksternal dan organisasi­-organisasi profesi yang berkaitan;</li>
<li>Menetapkan dasar pedoman dan pengukuran atau penilaian pelaksanaan auditor internal;</li>
<li>Memajukan praktek audit internal.</li>
</ol>
<p>Standar profesi membedakan antara berbagai macam tanggungjawab organisasi yang meliputi dewan, unit audit internal, pimpinan audit internal, para pemeriksa internal (<em>internal auditor</em>), dan pemeriksa eksternal (<em>external auditor/auditor</em>). Norma umum berikut, masing­-masing diikuti dengan norma khusus dilengkapi dengan pedoman yang menjelaskan arti yang tepat dari suatu istilah yang dipergunakan untuk memenuhi norma tersebut.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/kompilasi-laporan-keuangan/">Kompilasi Laporan Keuangan</a></strong></p>
<h4><strong>Standar profesi meliputi:</strong></h4>
<ol>
<li>Independensi atau kemandirian unit audit internal yang membuatnya terpisah dari berbagai kegiatan yang diperiksa dan objektivitas para pemeriksa internal (<em>internal auditor</em>).</li>
<li>Keahlian dan penggunaan kemahiran professional secara cermat dan seksama para auditor internal,</li>
<li>Lingkup pekerjaan audit internal,</li>
<li>Pelaksanaan tugas audit internal, dan</li>
<li>Manajemen unit audit internal.</li>
</ol>
<h4><strong>Standar profesi dan pedoman-­pedoman pelengkapnya menggunakan istilah yang telah diberi arti secara khusus seperti berikut ini.</strong></h4>
<ol>
<li>Istilah “Dewan” mencakup dewan direksi, audit komite, atau dewan yang sejenis, kepada siapa auditor internal (<em>internal auditor</em>) memberikan laporan, dewan pengatur atau pengelola (<em>trustee</em>) dari suatu organisasi non-profit, dan berbagai badan yang bertugas mengatur suatu organisasi.</li>
<li>Istilah “Manajemen” mencakup semua orang atau pejabat dalam organisasi yang memiliki tanggungjawab untuk menetapkan dan atau mewujudkan berbagai tujuan.</li>
<li>Istilah “Manajemen Senior” menunjukkan individu-­individu (Presiden, Direktur, atau Pimpinan) dalam manajemen kepada siapa pimpinan unit audit internal bertanggungjawab.</li>
<li>Istilah “Bagian Pemeriksaan Internal” yang sebagian besar dalam tulisan ini disebut “Bagian Audit Internal”, mencakup berbagai unit atau aktivitas dalam organisasi yang melaksanakan fungsi-­fungsi pemeriksaan internal (<em>internal auditing</em>).</li>
<li>Istilah “Pimpinan Audit Internal” dan “Pimpinan atau Kepala” menunjukkan posisi puncak dalam suatu bagian audit internal.</li>
<li>Istilah “Pihak yang diperiksa/Auditee” mencakup suatu unit atau kegiatan dalam organisasi yang diperiksa.</li>
<li>Istilah “Pemeriksaan” Eksternal (<em>Eksternal Auditor/Auditor</em>) menunjukkan para professional di bidang pemeriksaan yang melakukan pemeriksaan independen tahunan terhadap pernyataan dari penyajian laporan keuangan perusahaan atau organisasi.</li>
</ol>
<p>Dalam buku ini istilah-­istilah di atas sebagai acuan pokok, namun ada beberapa variasi, khususnya istilah “Pemeriksa”. Sering dipergunakan istilah Pemeriksa Internal atau <em>Internal Auditor</em> dan Auditor untuk Pemeriksa Eksternal atau <em>External Auditor</em>.</p>
<p>Demikian pula untuk menggambarkan kegiatan pemeriksaan atau lingkup pemeriksaan dipergunakan istilah Pemeriksaan Internal atau dijumpai istilah <em>Internal Auditing</em>. Untuk membedakan Auditor Internal dan Auditor Eksternal, <em>Eksternal Auditor</em> hanya akan disebut sebagai Auditor, sedang Auditor Internal akan disebut sebagai Auditor Internal, Pemeriksa Internal dan bahkan hanya dipakai sebutan Pemeriksa saja. Tidak seragamnya sebutan­sebutan di atas hanya untuk variasi belaka dalam penyajian dan demi menjaga kenyamanan dalam membaca buku ini.</p>
<p>Kami KJA Ashadi dan Rekan menyediakan Jasa Audit Perusahaan Anda. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kontak kami di bawah ini.</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/jasa-internal-audit-atau-pemeriksaan-internal/">Jasa Internal Audit atau Pemeriksaan Internal</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Laporan Keuangan</title>
		<link>https://www.akuntanindonesia.com/kompilasi-laporan-keuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2020 22:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[kompilasi laporan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultan akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.akuntanindonesia.com/?p=2388</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin Anda masih jarang mendengar istilah dari kompilasi laporan keuangan, terlebih jika Anda tidak berasal dari bidang akuntansi. Bahkan orang akuntansi pun masih cenderung jarang menerapkan hal tersebut. Kompilasi Laporan Keuangan adalah jasa yang diberikan oleh akuntan yang terbatas pada penyajian Laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku, dengan di [&#8230;]</p>
The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/kompilasi-laporan-keuangan/">Kompilasi Laporan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda masih jarang mendengar istilah dari kompilasi laporan keuangan, terlebih jika Anda tidak berasal dari bidang akuntansi. Bahkan orang akuntansi pun masih cenderung jarang menerapkan hal tersebut.</p>
<p>Kompilasi Laporan Keuangan adalah jasa yang diberikan oleh akuntan yang terbatas pada penyajian Laporan keuangan beserta catatan atas laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku, dengan di awali oleh adanya engagement letter antara akuntan dan manajemen atau pemilik suatu perusahaan. Adapun Beda dengan General Audit, maka Kompilasi Laporan Keuangan tidak memberikan OPINI atau bentuk assurance lainnya terhadap fairness of the presentation dari laporan keuangan. Dengan tidak dinyatakannya assurance maka prosedur yang dilakukan dalam kompilasi laporan keuangan juga terbatas.</p>
<p>Beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi bahwa Laporan Kompilasi Akuntan (Accountant’s Compilation Report) bukanlah Laporan Auditor Independen. Seringkali untuk menghindari misinterpretasi maka biasanya setiap halaman laporan keuangan ditandai “UNAUDITED” / sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh organisasi profesi akuntan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="http://www.akuntanindonesia.com/standar-akuntansi-baru-psak-73-berlaku-2020-ini-perbedaannya/">Standar Akuntansi Baru PSAK 73 Berlaku 2020, Ini Perbedaannya</a></strong></p>
<p>Kompilasi Laporan Keuangan pada dasarnya dibuat berdasarkan pembukuan yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan sehingga kebenaran penyajian laporan keuangan merupakan tanggungjawab manajemen. Akuntan melakukan beberapa penilaian misalnya terhadap prinsip akuntansi yang diterima umum, konsultasi dengan pihak manajemen terkait, bagian pembukuan atau akuntansi sekalipun misalnya laporan dihasilkan dengan sistem atau aplikasi akuntansi, penilaian terhadap proses pembukuan dan pertimbangan dalam melakukan adjustment yang diperlukan atas pembukuan klien baik yang diakibatkan kesalahan perhitungan, ketiadaaan pengungkapan yang relevan, maupun tidak dipatuhinya prinsip akuntansi yang relevan).</p>
<p>Di Indonesia standar professional yang dijadikan acuan untuk jasa kompilasi laporan keuangan adalah berasal dari International Federations of Accountants (IFAC). Profesi Akuntan dan Akuntan Publik di negara kita mengacu pada standar yang ditetapkan IFAC tersebut (misalnya yang dimuat dalam SPAP).</p>
<p>Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa Kompilasi Laporan Keuangan ini, sesuai dengan bunyi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 25 tahun 2014 dapat meminta jasa tersebut dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) selain dari KAP yang selama ini sudah lebih dulu dikenal.</p>
<p>Kami KJA Ashadi dan Rekan bersedia untuk membantu Anda menyediakan Jasa Kompilasi Laporan Keuangan. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi kami di bawah ini.</p>The post <a href="https://www.akuntanindonesia.com/kompilasi-laporan-keuangan/">Kompilasi Laporan Keuangan</a> first appeared on <a href="https://www.akuntanindonesia.com">Akuntan Indonesia</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
